Minggu, 05 Juni 2011

Mari Bermusikalisasi puisi.........

                                                                        Musikalisasi puisi
Musikalisasi puisi adalah salah satu usaha yang dilakuka seniman, baik seniman teater. Penyair, Penyanyi atau Seniman pertunjukan lainnya yang berusaha menampilkan puisi dengan sentuhan instrument musik.
Sejarah perkembangan musikalisasi puisi hamper sama usianya dengan puisi itu sendiri, sedangkan kita tahu bahwa puisi adalah cikal bakal sastra yang paling tua. Kalau kita membaca zabur (mazmur), taurat (perjanjian lama), injil (perjanjian baru), dan al-quran. Bentuk ayat-ayatnya merupakan puisi-puisi yang disusun dengan susunan nilai sastra yang tak terkalahkan. Artinya wahyu-wahyu dari tuhan yang diturunkan pada para rasulnya  disusun dalam bentuk puisi.
Pada perkembangan awal, para rasul tuhan yang diberi mandat menyampaikan wahyu melalui khotbah-khotbah yang disampaikan secara lansung pada masyarakat di zamannya,selanjutnya para penerus  mereka  yang merasa tidak cukup hanya dengan mengandalkan khotbah mulai memasukkan aksen dan instrument lain sebagai sarana pembantu agar pesan-pesan yang mereka sampaikan  lebih mngena  dan lebih meresap pada jiwa pendengarnya dari situlah  perkembangan musikalisasi puisi  mulai mendapatkan tempat
Selanjutnya puisi-puisi yang dibubuhi musik bukan hanya berisi khotbah-khotbah saja, puisi cinta, cerita rakyat, fabel, dan seni pertunjukan lainnya selalu mengikutsertakan instrument musik sebagai pelengkapnya. Lambat laun instrument  yang tadinya hanya sekedar pelengkap berubah fungsi menjadi sarana yang wajib ada.
Dengan melajunya khasanah kesusastraan dan terkotak-kotaknya  ragam sastra maka puisi pun memisahkan diri  dari induknya, puisi memiliki tempat tersendiri dalam dunia satra, ia berdiri sendiri sebagai  jenis sastra yang berbeda dari dongeng, cerpen, ataupun novel.
Sebagai salah satu jenis sastra yang berdiri sendiri maka puisi mengalami perkembangannya sendiri, sebagai sastra yang efisien dalam cara bertutur puisi  bermetamorfosa menjadi pantun, gurindam, stanza, ode, dll.
untuk lebih menarik minat pemerhatinya, puisi juga berusaha memasukkan unsure-unsur music dalam tkhnik penyampainnya, darisinilahkita mengenal musikalisasi puisi.
Berbeda dengan lakon teater atau seni drama, puisi sebagai saran pemacu kreatifitas yang memiliki ruang yang bisa diolah secara maksimal dan tidak memerlukan waktu yang lama, musikalisasi menjadi salah satu pertunjukan yang cukup diminati karena menarik lebih dari sekedar pembacaan puisi biasa  karena ada paduan music yang melengkapinya, ia lebih sederhana dari drama karena tidak memerlukan waktu yang lama dalam waktu penggarapannya,
dengan kedua alasan ini  musikalisasi memiliki daya pikat tersendiri, baik untuk penonton maupun pemain.


Walaupun dalam penggarapppan terlihjat mudddah, tetapi ada beberapa unsur  yang harus diperhatikan  sebelum kita menggarap musikalisasi puisi, diantaranya sbb:
1.      Pemahaman naskah puisi adalah bahan mentah berupa puisi saja tanpa ada embel-embel apapun didalamnya . untuk menjadikan sebagai musikalisasi puisi kita wajib memahami naskah tersebut secara detail,  tiap kata perkata dsari puisi di bedah /diuraikan , diserap maknanya, dipahami maksud dan tujuannya , setelah kita mengerti seluruh isi kandungan puisi, kita lanjut pada langkah berikutnya.

2.     Menentukan suasan
dari pemahaman yang didapat kita bisa menarik  kesimpulan apa maksud dari puisi ter4sebut dengan modal  pemahaman itu dibangunlah suasana yang hendak di tampilkan. Contohnya puisi  bertema kematian maka keluarkan tema kematian yang dikandung  oleh puisi, lewat  jenis  music  dan suasana yang di keluarkan. Sehingga sebelum  dibaca atau dinyanyikan orang akan terbawa oleh suasananya.

3.    Harmonisasi
sebuah puisi yang dibaca tanpa dukungan music  pun tetap tidak lepas dari keharmonisasian intonasi, ketukan, dan gaya membaca. Apalagi setelah dibuat menjadi musikalisasi puisi, maka harmonisasi antara vocal, gerak, dan irama perlu di perhatikan. Nah, ini dimaksudkan agar keindahan penuturan lebih terasa.

4.      Keutuhan dan kesinambungan
sependek apapun sebuah pertunjukan  itu haruslah memiliki keutuhan yang gambling , artinya ia harus utuh sebagai sebuah karya, tidak di pengal-penggal sepotong-sepotong da tidak berkesinambungan. Akibatnya maksud yang dikandung puisi tidak sampai pada penonton, bahkan penonton kebingunggan memaknainya, hal ini jangan sampai terjadi.     

abah sarjang



Tidak ada komentar:

Posting Komentar